Langsung ke konten utama

Postingan

Hardiknas Bukan untuk Merefleksi tetapi Ceremory

Banyak yang mengetahui bahwa tanggal 2 Mei merupakan “Hari Pendidikan Nasional”. Namun,  hari tersebut bukan menjadikan kita bisa merefleksikan diri dengan apa yang kita dapat dari pendidikan nasional. Kebanyakan orang hanya membuat ceremony-ceremony dalam merayakan hari pendidikan nasional. Apakah mainstream kita ketika ada hari perayaan itu digunakan untuk merayakan dan memperingati? bukan untuk merefleksikan, seperti yang biasa dilakukan ketika  seseorang merayakan ulang tahun. Ceremony yang dilakukan oleh beberapa lembaga baik yang internal maupun external hanya sebatas merayakan dan memperingati seperti berdiskusi dan melakukan kegiatan berbau pendidikan. Sama halnya ketika perayaan hari Kartini. Perayaan ini diperingati dengan menggunakan pakaian kebaya dan mengadakan acara fashion show bertemakan kebaya,  bukan merefleksikan bagaimana usaha Kartini ketika memperjuangkan hak-hak perempuan. Jika sebagian masyarakat ketika hardiknas mengadakan acara yang me...

Mahasiswa PGMI 2012 Adakan Kunjungan ke "YAKETUNIS"

Mahasiswa PGMI 2012 Adakan Kunjungan ke “YAKETUNIS” Mahasiswa PGMI menjadi topik yang tidak habis-habisnya diperbincangkan. Tidak lain karena semakin menggeludaknya kegiatan independen guna meningkatkan dan mengembangkan jiwa sosial. Kali ini tepatnya tanggal 3 Mei 2014, mengunjungi YEKATUNIS (Yayasan Kesejahteraan Tuna Netra Islam) di jalan Parangtritis No.46 Yogyakarta, 55641 Rt 66/ Rw 18, kelurahan Mantrijeron, kecamatan Mantrijeron   dalam rangka menindaklanjuti kegiatan bakti sosial yang di adakan 4-6 April 2014 lalu. Kegiatan tersebut menggunakan dana yang dihasilkan dari kegiatan baksos khususnya pasar murah hingga mencapai 5 juta lebih. Bantuan  diberikan secara tunai dan berbentuk barang berupa beras. Kunjungan tersebut diikuti kurang lebih 26 mahasiswa. Kegiatan kunjungan ini diawali dengan acara ramah tamah atau perkenalan oleh bebrapa pengelola YAKETUNIS. Semua seluk beluk tentang yayasan ini pun disampaikan oleh Pak Wiyatno sebagai salah satu peng...

Kreativitas Anak PGMI dengan "Gallery Session"

Belakangan ini, mahasiswa PGMI  menjadi sorotan di kalangan Fakultas Ilmu Tarbiyah (FITK) dan Keguruan UIN Sunan Kalijaga. Tidak lain, karena pengadaan baksos independen di desa Magelang, kecamatan Kaliangkrik tanggal 4-6 April 2014 lalu. Kemudian, tepat pada tanggal 24 April 2014 PGMI 2012 kembali mendobrak kreativitasnya yang tidak kalah menarik dari kegiatan sebelumnya, yaitu Gallery Session.   Kegiatan ini  dirancang untuk keperluan materi Sains II dan Pembelajarannya (fisika). Adapun sistem kegiatannya adalah membagi mahasiswa di kelas menjadi enam kelompok. Setiap kelompok terdiri dari 5-6 anak yang masing-masing mendapatkan materi yang berbeda. Sebelum Gallery Session , dosen membuat model pembelajaran secara kooperatif, dimana setiap kelompok membuat beberapa soal dari materi yang didapat kemudian secara rolling , soal tersebut dijawab oleh kelompok lain. Tiga hari setelah itu, baru mengadakan pameran bertempat di ruangan 310 gedung FITK. Keunikan yang tam...

Mahasiswi PGMI 2012 Membuat Novel

Mahasiswa PGMI semester empat melangsungkan perkuliahan Bahasa Indonesia I dan Pembelajarannya di bekas Gedung Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), Selasa (22/04). Kali ini, Anin, selaku dosen pengampu mata kuliah tersebut membacakan judul-judul buku populer mahasiswa yang disusun sekitar dua minggu lalu. Ia sangat apresiat terhadap judul-judul buku populer tersebut yang nantinya ditindaklanjuti dengan pembuatan daftar isi dan seterusnya. “Kalau dilihat dari judulnya, masih dalam proses belajar,” ujar Anin saat mengomentari salah satu judul tersebut. Ia juga mengatakan bahwa tugas pembuatan buku populer ini tidak direncanakan, melainkan hanya iseng-iseng saja. Namun, ia sangat bangga karena ada salah satu mahasiswi yang sudah membuat novel setebal 170-an halaman. “ Sebenarnya awalnya iseng-iseng. Tapi ternyata sudah ada mahasiswi yang sudah menyusun novel setebal 173 halaman,” paparnya. Ia pun menambahkan bahwa ejekan-ejekan yang sering didapat saat menggeluti bidang ...

FITK Siapkan Akreditasi

Tarbiyah Paradigma Online Pejabat kampus Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Sunan Kalijaga tampak sibuk mempersiapkan berkas-berkas untuk akreditasi Fakultas dan Jurusan. Hal ini menyebabkan beberapa dosen tidak mengajar demi mempersiapkan akreditasi tersebut. “Kami sedang mempersiapkan akreditasi. Akreditasi kali ini bukan hanya jurusan, tapi juga fakultas.” Ungkap Dudung Hamdun, sekretaris jurusan Pendidikan Bahasa Arab (PBA), saat ditemui Paradigma di Ruang dekanat FITK, Selasa (15/04/2014), siang hari. Dudung Hamdun yang sempat tidak masuk mengajar mata kuliah Bimbingan Konseling (BK) pada pukul 12:30 WIB di jurusan PBA menjelaskan, kalau akreditasi tersebut dilaksanakan pada tahun 2015. “Akreditasinnya dilaksanakan pada tahun 2015, bukan tahun 2014” tandasnya. Mulai saat ini, menurutnya persiapan harus dilakukan. Sehingga sebelum memasuki tahun 2015 FITK dan jurusan sudah siap untuk mengajukan akreditasi. Sholikhin

Sekjur PGMI: Hidup Harus Berkualitas

       PGMI, Paradigma Online       Pada awal perkuliahan Sains II dan Pembelajarannya, Sigit Prasetyo selaku sekretaris Jurusan PGMI sekaligus dosen pengampu mata kuliah tersebut memberikan wejangan kepada para mahasiswanya, Selasa, (15/04) di Gedung Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI).         Menurutnya, hidup itu harus berkualitas. Tidak penting memiliki kepandaian dan nilai atau IPK tinggi kalau tidak bisa memberi manfaat kepada sesama. “Jadi orang tidak harus pandai, mencari IPK tinggi. Tapi yang penting berkualitas,” paparnya saat memberikan perkuliahan kepada mahasiswa PGMI semester empat.         Mahasiswa sebagai generasi muda harapan bangsa harus mempunyai produktivitas yang tinggi. Tidak hanya berkutat pada aktivitas perkuliahan dan kos saja, tetapi juga harus memiliki aktivitas lain di luar kampus, semisal ikut organisasi. Dengan ikut organisasi, nalar mahasisw...

Dosen Awasi Ujian, Perkuliahan Tetap Jalan

        PGMI, Paradigma Online            Selama tiga hari, terhitung   sejak Senin (14/04) kemarin, sebagian Dosen Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) mendapat tugas untuk menjadi pengawas Ujian Nasional (UN) di jenjang SMA dan sederajatnya. Tentunya, hal ini menimbulkan kekosongan jam perkuliahan. Namun, kekosongan ini tidak begitu berpengaruh pada aktifitas akademik mahasiswa. Bahkan, Indra, Mahasiswa PGMI semester empat mengaku mendapatkan banyak pengalaman dari kekosongan tersebut. “Banyak pengalaman, asyik, seru,” paparnya saat mengikuti perkuliahan Sains II dan Pembelajarannya di Lantai 1 Gedung Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), Selasa, (15/04).         Menanggapi hal ini, Sigit Prasetyo, sekretaris jurusan (Sekjur) PGMI mengatakan bahwa kekosongan ini tidak perlu dipermasalahkan. Pasalnya, pembelajaran dalam perkuliahan memang tidak harus melulu didampingi dosen....