Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2016

Air Mata Terakhir Ayah

sumber gambar: sharingdisini.com Oleh: Ali Munir Sangkakala Burung-burung bernyanyi lirih, daun-daun luruh terpisah dari tangkai ke tangkai. Mentari tertunduk mendekati senja yang menjadi tempat pelabuhan siang dan siap melepas  sang mega perpisahan. Sore itu, aku seperti orang yang sibuk mondar mandir kesana kemari, menyiapkan barang-barang dan meletakkannya ke dalam kardus. Aku akan kembali ke jogja, merantau, setelah empat hari aku pulang kampung karena ayahku yang sedang sakit. Ayahku terkena infeksi paru-paru dan dirawat di rumah sakit selama satu minggu. Kata dokter, penyakitnya sudah terlanjur parah dan sulit untuk disembuhkan. Akibat penyakitnya itu, ayah seringkali batuk darah dan sulit makan. Tenggorokan ayah sudah terinfeksi dan luka memar. Kata ayah, dia disantet melalui gula oleh teman kerjanya waktu dulu masih bekerja di desa orang lain sekitar satu tahun yang lalu. Saat itu ayah sedang tidur dengan mulut ternganga dan disuap dengan gula merah oleh tema...

Hentikan Penggunaan Handphone Saat Berkendara!

sumber gambar: raincity08.blogspot.com Oleh: Jalalul Fuad, Mahasiswa PBA Seiring dengan perkembangan jaman, manusia pun mengalami berbagai perubahan. Hampir di setiap waktu ada sebuah hal baru yang tercipta melalui tangan-tangan kreatif. Makanan, pakaian, tempat tinggal, bahkan pola hidup manusia mulai berubah. Semua itu ada untuk memenuhi hasrat manusia akan kehidupan dunia. Alat-alat elektronik diciptakan untuk mempermudah kehidupan manusia. Dengan adanya alat-alat tersebut manusia dapat berkomunikasi satu sama lain dengan mudah, menempuh jarak jauh dengan singkat, membersihkan pakaian, rumah, dan lain-lain tanpa memerlukan banyak tenaga. Disadari atau tidak perubahan-perubahan tersebut memiliki banyak hal negatif. Bukan bermaksud menolak segala perubahan yang terjadi, namun kita harus memikirkan mana perubahan yang sebenarnya baik jika harus kita alami. Memang pada mulanya semua perubahan tersebut diperuntukkan hal-hal yang positif dan memang untuk mempermudah,...

Aksi Solidaritas Mengecam Imperialisme Australia terhadap Timor Leste

Gambar: Solidaritas massa aksi di pertigaan UIN UIN, Paradigma Online-  Puluhan massa aksi yang mengatasnamakan dirinya Front Perjuangan Demokrasi (F PD ) yang terdiri atas Pembebasan, Sekber, Rethor, AMTL, RBR, PPR, KPO PRP  melakukan aksi turun jalan, Selasa (22/3) di Pertigaan Revolusi Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga sebagai aksi solidaritas  menuntut keadilan Australia laut Timor Leste. Semua bermula dari perundingan batas maritim antara Australia dan Indonesia pada tahun 1971 dan 1972, dan dijalankan pada  November 1973, yang mana sangat  menguntungkan terhadap Australia. Karena pada waktu itu Portugal tidak terlibat dalam menentukan kesepakatan yang mengakibatkan tidak ditentukannya garis batas Timor Portugis (kini Timor Leste) Gefaan menyatakan, aksi ini ditujukan untuk meminta dukungan dari masyarakat Indonesia terlebih dari kalangan mahasiswa. Sebagai rakyat Indonesia harus aktif memberi dukungan terhadap Timor Leste. “Austra...

Sabtu Ceria Perekat Ukhuwah

Gambar: Suasana keakraban PAI angkatan 2015. Tarbiyah, Paradigma Online-  Suasana Panggung Demokrasi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta tanggal 12 Maret 2016 nampak berbeda. Jika biasanya dipenuhi anak-anak yang hanya sekedar “nongkrong”. Kali ini Panggung Demokrasi atau biasa disebut Pangdem justru digunakan untuk acara pensi, game , dan hiburan. Hal itu karena tanggal 12 Maret 2015 Panggung Demokrasi digunakan untuk kegiatan Keakraban Bintang Pendidikan Agama Islam 2015. Acara yang dimulai sekitar pukul delapan dan selesai pukul setengah dua ini mengusung tema Sabtu Ceria Perekat Ukhuwah. “Untuk tema kegiatan ini, Sabtu Ceria Perekat Ukhuwah. Alasan kita menggunakan Sabtu Ceria karena Hari Sabtu ini kita ceria bersama. Melupakan galau-galau dan lain sebagainya. Sedangkan untuk Perekat Ukhuwah . Perekat itu kan identik dengan lem yang bisa menempelkan satu dengan yang lain. Kita ini datang bukan dari satu kesatuan tapi dari perbedaan. Dan dari perbedaan tersebut kita bukti...

Puisi-Puisi Ali Munir S.

Bercinta Denganmu Setelah berharap mimpi indah denganmu Aku terbangun di tengah malam Ternyata aku masih sendirian Jam tak jua berhenti Menghalau perputaran siang dan malam Aku hanya diam Tak mengerti dengan semua ini Barangkali di antara sekian detakan waktu Aku bisa menggenggamnya satu Agar bisa bercinta denganmu Sebelum subuh datang menghampiriku Yogyakarta, 2015-2016 Tanah dalam Harapan Andai di tanah ini tak ada jiwa-jiwa yang kotor, barangkali hutan-hutan tak akan hilang tertelan api sejarah. Tragedi bulan terlukis dengan bercak-bercak merah di balik tangan pengemis dan jantung peradilan. Hari ini seribu harapan ingin kembali pada masa lalu: Masa Bung Karno menantang peluru. Sadarlah darah muda yang muram. Masih ada butiran sisa abu untuk kita taburkan pada benih-benih kehidupan. Abu senggama bangkai: Terciptalah cinta dan keabadian  Yogyakarta, 2015    Di Balik Senyum Manis Orang-Orang Di balik senyum man...

Budaya Politik Perempuan Dinilai Masih Lemah

Gambar: Suasana diskusi di Ruang Teatrikal.  Keterlibatan perempuan di ruang publik, terlebih dalam ranah politik masih sangat minim. Hal ini dikarenakan antusiasme perempuan masih sangat rendah dalam bidang politik. Ironisnya, stigma negatif terhadap politik telah menjadi   mindset   masyarakat terlebih bagi perempuan.

Rumah Giat Menggelar Srawung Literasi

       Aktivis Rumah Giat menyelenggarakan acara bedah buku dan sharing kepenulisan, minggu (28/02) sebagai bentuk pengawalan literasi. Srawung literasi kali ini tebilang spesial. Sebab dinarasumberi langsung oleh penulis buku dan penerbitanya.        Kegiatan. yang berlangsung di Rumah Giat, Kel. Banyuraden, Gamping, Sleman itu dimulai pukul 09.20. Acara mundur dari rencana semula karena tekendala faktor teknis Meski demikian, tidak mengurangi antusias  sekitar sepuluh peserta yang hadir.        Hairullah M. Dahlan penulis buku Layang-Layang Jingga memaparkan bahwa menulis merupakan kebiasaan. Penulis yang akrab dipanggil Hair ini mengajak peserta untuk menuliskan judul tulisan menggunakan tangan kiri kemudian bergiliran tangan kanan. “Sebagian besar kita lebih terbiasa menulis dengan tangan kanan daripada tangan kiri. Hasilnya akan jauh lebih banyak yang kanan. Sama halnya sepe...